Badan Gizi Nasional Bantah Narasi Laba Rp1,8 Miliar per Tahun bagi Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG)

JAKARTA, Kabarmataram News. – Badan Gizi Nasional (BGN) secara tegas membantah narasi yang beredar di masyarakat mengenai potensi keuntungan atau laba bersih sebesar Rp1,8 miliar per tahun bagi mitra penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG). Klarifikasi ini dilakukan untuk meluruskan misinformasi yang dapat memicu ekspektasi keliru di kalangan pelaku usaha dan masyarakat luas.
Pihak BGN menekankan bahwa fokus utama program nasional ini adalah pada pemenuhan nutrisi anak sekolah, bukan sebagai ajang mencari keuntungan finansial secara berlebihan oleh pihak ketiga.
Awal Mula Narasi Laba Rp1,8 Miliar: Klarifikasi Badan Gizi Nasional
Narasi mengenai angka fantastis Rp1,8 miliar tersebut sebelumnya sempat viral di berbagai platform media sosial dan pemberitaan. Angka ini diklaim sebagai proyeksi keuntungan bagi pelaku usaha yang bergabung menjadi mitra pemasok paket makanan dalam program MBG.
Namun, Badan Gizi Nasional memberikan rincian bahwa angka yang beredar tersebut tidak memiliki dasar perhitungan resmi dari pemerintah.
- Bukan Keuntungan Bersih: Angka yang muncul di publik kemungkinan besar adalah akumulasi nilai kontrak atau perputaran modal (gross turnover), bukan laba bersih yang bisa dikantongi mitra.
- Standardisasi Harga: BGN menetapkan standar biaya yang ketat per porsi makanan untuk memastikan kualitas gizi tetap terjaga tanpa adanya pemotongan anggaran yang merugikan penerima manfaat.
- Prioritas Gizi: Anggaran yang dialokasikan diutamakan untuk bahan baku berkualitas, distribusi, dan operasional higienis.
Mekanisme Kemitraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Dalam upaya menjaga akuntabilitas, Badan Gizi Nasional menjelaskan bahwa mekanisme kemitraan MBG didesain untuk memberdayakan ekonomi lokal, namun tetap dengan pengawasan ketat.
Berikut adalah beberapa poin utama mekanisme kemitraan yang benar:
- Pemberdayaan UMKM Lokal: Pemerintah mengutamakan katering lokal dan UMKM di sekitar sekolah guna memangkas biaya distribusi dan menjaga kesegaran makanan.
- Audit dan Pengawasan: Setiap mitra wajib melalui proses audit kelayakan, termasuk sertifikasi higiene sanitasi dan pemenuhan standar kalori yang ditetapkan.
- Margin Keuntungan yang Wajar: Pemerintah menjamin adanya margin keuntungan bagi mitra agar usaha tetap berjalan, namun angka tersebut diatur secara wajar dan transparan sesuai regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Pemerintah Imbau Masyarakat Waspada Misinformasi
Kepala Badan Gizi Nasional mengimbau para pelaku usaha dan masyarakat untuk selalu merujuk pada saluran komunikasi resmi pemerintah terkait detail teknis program MBG.
“Kami ingin meluruskan bahwa program Makan Bergizi Gratis adalah investasi sumber daya manusia (SDM) jangka panjang. Fokus kami adalah anak-anak mendapatkan gizi terbaik, dan mitra kami adalah pejuang gizi yang bergerak bersama dengan integritas, bukan sekadar mengejar profit besar yang tidak masuk akal,” tegas pihak BGN.
Evaluasi terhadap program uji coba MBG terus dilakukan di berbagai daerah, termasuk pengawasan ketat terhadap vendor guna menghindari kasus-kasus seperti dugaan keracunan makanan yang sempat terjadi di beberapa titik wilayah.
